5 Fakta Yang Akan Dilakukan Seseorang Pada Saat Marah

mymind.org

Marah adalah sifat alami yang dimiliki oleh semua orang. Pada saat seseorang berada dalam suasana tertekan, seringkali ia menjadi marah, begitu pula pada saat seseorang berada pada suasana hati yang tidak disukai. Tingkat marah seseorang juga di pengaruhi oleh penyebab dari kemarahan itu sendiri. Pada saat seseorang marah, ada orang yang dapat menahan emosinya, namun banyak juga yang tidak dapat menahan emosinya. Berikut ini 5 fakta yang akan dilakukan seseorang pada saat marah.

1. Berbicara dengan keras dan harus didengar

Karena marah merupakan gambaran dari suasana hati yang tidak menyenangkan dan merasa mendapat perlakuan yang tidak adil, maka ia ingin mengatakan apa yang ia rasakan dan apa yang tidak di sukainya, agar orang akan mengerti dan tidak melakukannya lagi. Dan jangan potong pembicaraannya, biarkan ia ungkapkan semuanya, jika tidak ingin marahnya menjadi lebih besar lagi.

2. Mengambil kesimpulan atau tindakan hanya dari satu sisi

Karena merasa mendapat perlakuan yang tidak adil, maka ia ingin mendapatkan perlakuan yang yang adil atau ia mendapatkan perlakuan yang seharusnya ia dapatkan, maka ia tidak lagi berfikir dari sisi orang lain, yang terpenting adalah ia mendapatkan rasa adil dan semestinya. Ia tidak peduli dengan orang lain.

3. Membuat orang jera

Setelah ia mendapatkan kembali apa yang yang menjadi haknya atau apa-apa yang semestinya ia dapatkan, seringkali ia membalaskan sakit hantinya, dengan menyerang balik terhadap orang yang membuat ia marah. Sehingga orang tersebut mendapatkan sesuatu yang lebih menyakitkan baik berupa perkataan kasar atau perlakuan fisik yang kasar. Hal ini dilakukan agar orang yang membuat ia marah menjadi jera dan tidak melakukannya lagi.

4. Tidak peduli terhadap akibatnya

Apa apa yang dilakukan seseorang pada saat marah seringkali ia tidak berfikir panjang tentang akibat yang di timbulkan. Ia melakukan ini sebagai pembalasan, karena di dorong rasa marah yang sangat besar.

5. Merasa puas atau menyesal

Setelah ia dapat mengeluarkan semua perasaannya dengan berupa perkataan keras dan kasar yang seringkali di barengi dengan serangan fisik, setelah semua ia berhasil ungkapkan dan ia lakukan pada akhirnya ia merasa “Puas” karena telah mengungkapkan semua beban yang ia rasakan, tapi ada juga yang merasa menyesal terhadap apa yang ia telah lakukan jika apa yang ia lakukan terlalu berlebihan terhadap lawannya.

Pada akhirnya berbuat baiklah kepada orang lain, jangan sampai tindakan kita menyebakan seseorang menjadi marah dan juga jangan terlalu merendahkan orang lain, karena berfikir hanya kita yang paling baik.  Disisi lain kalau kita marah haruslah berfikir panjang dan harus bisa menahan emosi. Semoga saja..

Tinggalkan Balasan